Pengakuan Hukum terhadap Warung Tegal (Warteg) Sebagai Bagian dari Kearifan Lokal dalam Perspektif Hukum Nasional
Article Metrics
Abstract view : 138 timesAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengakuan hukum terhadap Warung Tegal (Warteg) sebagai bagian dari kearifan lokal dalam sistem hukum nasional Indonesia melalui pendekatan hukum normatif. Kajian dilakukan dengan menelaah peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pemajuan kebudayaan, pemberdayaan UMKM, perlindungan pengetahuan lokal, dan kebijakan pemerintahan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kearifan lokal dalam hukum nasional diposisikan sebagai nilai budaya, praktik sosial, dan pengetahuan tradisional yang hidup dalam masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap identitas serta keberlanjutan kehidupan sosial. Dalam konteks ini, Warteg memenuhi unsur-unsur kearifan lokal melalui nilai solidaritas, kontinuitas praktik, serta kontribusinya sebagai bagian dari budaya kuliner rakyat urban. Namun, pengakuan hukum terhadap Warteg masih bersifat tidak langsung karena belum terdapat regulasi yang secara eksplisit menetapkannya sebagai kearifan lokal. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa pengakuan yuridis terhadap Warteg memiliki implikasi penting bagi pembinaan, pelestarian, dan perlindungan usaha kuliner tradisional. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan normatif yang lebih komprehensif melalui harmonisasi kebijakan pemajuan kebudayaan, pemberdayaan UMKM, dan penguatan peran pemerintah daerah, sehingga kedudukan Warteg sebagai bagian dari kearifan lokal dapat diperkuat dalam kerangka pembangunan hukum nasional di masa mendatang.
References
Astuti, R. D., Wahyuni, S., Setiawan, A., & Wibowo, B. Y. (2022). The role of the iconic food exposure model: “Warung Tegal” (Warteg) maneuver in the disaster of the Covid-19 pandemic in Central Java, Indonesia. Admisi dan Bisnis, 23(1). https://doi.org/10.32497/ab.v23i1.3475
Chaerudin, I., & Sintiya, V. (2023). Analisis efektivitas strategi pelayanan prima UMKM Warteg Bahari di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Journal of Economics and Business UBS, 12(6). https://doi.org/10.52644/joeb.v12i6.1602
Dinata, M. R. K., Irhammudin, I., Monica, D., & Chansrakaeo, R. (2022). Good Governance and Local Wisdom in Law Enforcement. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 5(2), 227–242. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v5i2.6740
Febriyanti, A., Septiani, N., & Hidayaty, D. E. (2023). Leadership strategy for Tegal Warteg business development (Warteg) Rossa. Formosa Journal of Applied Sciences, 2(6), 1041–1050. https://doi.org/10.55927/fjas.v2i6.4637
Gunawan, Y. (2025). Hak cipta kearifan lokal Indonesia dan eksploitasi komersial. IBLAM Law Review, 5(3), 51–65. https://doi.org/10.52249/ilr.v5i3.646
Hanifah, I., Koto, I., Faisal, F., Zainuddin, Z., & Imsirovic, M. (2025). Strengthening Indigenous Welfare through the Role of Local Government Initiatives in Protecting Traditional Knowledge. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 8(2), 345–361. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v8i2.13332
Helmi, H., Pebrianto, D. Y., Hafrida, H., Kusniati, R., & Saputra, B. (2023). Local Wisdom in Indonesia: Assessing its Legal Status and Role in Forest Protection. Jambe Law Journal, 6(2), 125–141. https://doi.org/10.22437/jlj.6.2.125-141
Herlius, F. (2021). Kaidah hukum adat dalam penuntutan demi keadilan berbasis kearifan lokal. Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan, 27(2). https://doi.org/10.30742/perspektif.v27i2.831
Hidayatulloh, N. A., & Hidayat, R. (2022). Kontribusi ekonomi remitansi bagi pembangunan desa: Studi kasus pedagang warung tegal di Jakarta Selatan. Jurnal Kependudukan Indonesia, 17(2), 161–178. https://doi.org/10.14203/jki.v17i2.619
Japansen, S., Sinaga, I. P. A. S., & Simbolon, A. (2023). Progressive and Perfective Local Wisdom of Civil Law Study. Equity of Law and Governance, 6(2), 75–81. https://doi.org/10.55637/elg.6.2.10897.75-81
Khaerunnisa, A. D., & Syamsualam, F. (2025). Sustainable Environmental Policy: Harmonization between National Law and Local Wisdom in Makassar City. Adaptive Governance Research (AGR), Article 60. https://doi.org/10.71435/639064
Komang, G. E. P., & Wibisana, I. M. B. (2021). Hukum kearifan lokal: Tradisi, nilai, dan transformasi dalam konteks kepemilikan warisan budaya. Jurnal Yusthima, 4(1). https://doi.org/10.36733/yusthima.v4i1.8940
Maflahah, A. R. (2018). Warung Tegal: Relasi Kampung – Kota sebagai Penyangga Ekonomi Kota. Journal of Development and Social Change, 1(2), 159–166. https://doi.org/10.20961/jodasc.v1i2.23054
Marzuki, P. M. (2017). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.
Meilasari, A. A., Susanto, T., & Novianti, M. (2019). Jakarta’s WARTEG food stall phenomenon: Constraints and opportunities for integration. Human Geographies, 13(2). https://doi.org/10.5719/hgeo.2019.132.5
Putra, A. A., & Azhar, F. (2024). Menghormati kearifan lokal dengan mengintegrasi hak ulayat masyarakat adat pada strategi pembangunan dan konservasi berkelanjutan. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(6), 243–253. https://doi.org/10.572349/kultura.v2i6.1567
Rahayu, M. I. F., Susanto, A. F., & Muliya, L. S. (2022). Kearifan lokal dalam pendidikan hukum lingkungan di Indonesia. Litigasi: Jurnal Ilmu Hukum, 23(2). https://doi.org/10.23969/litigasi.v23i2.6321
Soekanto, S. (2018). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat (Cetakan ke-8). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sudirman, S., Yunus, A., & Arif, M. (2020). Implementasi nilai-nilai hukum adat dalam mewujudkan hukum yang bersendikan kearifan lokal. Journal of Lex Generalis (JLG), 2(1). https://doi.org/10.52103/jlg.v2i1.298
Syafa’at, R., Pujirahayu, E. W., & Widiarto, A. E. (2023). Rekonstruksi Politik Hukum Ketahanan Pangan Berbasis Sistem Kearifan Lokal Guna Mewujudkan Kedaulatan Pangan. Jurnal Media Hukum, 16(3). https://doi.org/10.18196/jmh.v16i3.15379
Triwahyuningsih, T., Zuliyah, S., Abdi, N. S., & Arif, D. B. (2023). Penguatan kearifan lokal Daerah Istimewa Yogyakarta (kajian Perdais DIY No. 3 Tahun 2017 tentang pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan). Jurnal Civic Hukum, 8(1). https://doi.org/10.22219/jch.v8i1.24800
Vieri, J. H., Halim, L., Jonathan, V., & Abdullah, A. G. (2022). Reaktualisasi kearifan lokal masyarakat hukum adat dalam sustainable development di tengah era industri 4.0. Prosiding Serina. https://doi.org/10.24912/pserina.v1i1.17494
Widati, E., & Madaniah, A. (2023). How could Warung Tegal franchise’s system become interesting? ICCD Asia Journal, 3(1). https://doi.org/10.33068/iccd.Vol3.Iss1.332
Widyastuti, T. V., Sanusi, S., Aryani, F. D., & Idayanti, S. (2023). Embracing Local Wisdom: Enriching Environmental Law Development through the Humanist Lens of Pancasila. Journal of Contemporary Law Studies, 2(4), Article 4000. https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i4.4000







