Transparansi dan Akuntabilitas dalam Proses Legislasi: Studi Kasus Pembentukan Undang-Undang Menurut Pasal 1 Angka 1 UU Nomor 12 Tahun 2011

  • Acumen Makmur Universitas Suryakancana
  • Ce Kedzma Alvian Universitas Suryakancana
  • Indok Siti Balqis Universitas Suryakancana
  • Jihan Hanifah Universitas Suryakancana
  • Nabil Musyafa Universitas Suryakancana
  • Tanti Kirana Utami Universitas Suryakancana
Keywords: Constitution, Political Compromise, Legislation, System of Legislation

Article Metrics

Abstract view : 656 times

Abstract

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, which contains legal norms that form the basis for operational foundations to realize the goals and ideals of the Indonesian rule of law, regulates the formation of the basis or principles for organizing the state. However, in practice, political compromise tends to be the main focus in pouring legal norms in the Constitution into laws. This is considered to have the potential to cause problems due to misunderstandings about the Indonesian justice system. This study uses a normative legal research method using legal materials as data sources. The research findings show that the formation of laws involves a multi-step process that includes phases such as preparation, drafting, discussion, ratification, and implementation. The process of forming laws that represent the goals of society while complying with relevant legal requirements can be understood and analyzed using the conceptual framework offered by the theory of legislation.

References

Akmal, D. U. (2021). Penataan Peraturan Perundang-Undangan Sebagai Upaya Penguatan Sistem Hukum Di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(3), 296–308.
Anggraeni, R. (2019). Memaknakan Fungsi Undang-Undang Dasar Secara Ideal Dalam Pembentukan Undang-Undang. Masalah-Masalah Hukum, 48(3), 283. https://doi.org/10.14710/mmh.48.3.2019.283-293
Arif, M. F., & Halilah, S. (2021). Asas kepastian hukum menurut para ahli. Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(2). http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Siyasah/article/view/334
Dalimunthe, D. (2018). Proses Pembentukan Undang-Undang Menurut UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Jurnal Al-Maqasid, 4(2), 59–75.
Dhezya, P. S. (2023). Pengaturan metode omnibus dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan. Japhtn-Han, 2(1), 63–80.
Gemilang, G., & Ismaidar, I. (2024). Politik hukum restorative justice dalam pembaharuan hukum pidana di Indonesia. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1), 7370–7382.
Iswari, F. (2020). Aplikasi konsep negara hukum dan demokrasi dalam pembentukan undang-undang di Indonesia. JCH (Jurnal Cendekia Hukum, 6(1), 127. https://doi.org/10.33760/jch.v6i1.285
Histro. (2023). Pasca Perubahan, Kedua Undang-Undang Nomor. 1). Politik hukum pembentukan peraturan perundang-undangan. 7(91), 35–58.
Laia, S. W., & Daliwu, S. (2022). Urgensi landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis dalam pembentukan undang-undang yang bersifat demokratis di Indonesia. Jurnal Education and Development, 10(1), 546–552.
Mahfuz, A. L. (2020). Faktor yang mempengaruhi politik hukum dalam suatu pembentukan undang-undang. Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan, 1(1), 43. https://doi.org/10.32502/khdk.v1i1.2442
Mochtar, Z. A. (2022). Politik hukum pembentukan undang-undang. Yogyakarta: Buku Mojok.
Novrizal, R. I., Marzuki, & Nasution, M. (2021). Pancasila sebagai staatsfundamentalnorm Indonesia dalam pembentukan hukum nasional (perspektif Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja). Jurnal Ilmiah METADATA, 3(2), 541–558.
Purwaningtyas, L. A., Anggono, B. D., & Efendi, A. (2023). Pendelegasian wewenang pembentukan undang-undang oleh undang-undang. Interdisciplinary Journal on Law, Social Sciences and Humanities, 4(1), 21. https://doi.org/10.19184/idj.v4i1.31841
Rifa’i, I. J. (2023). Metodologi penelitian hukum. Banten: PT Sada Kurnia Pustaka.
Rodliyah. (2023). Jurnal Risalah Kenotariatan. Jurnal Risalah Kenotariatan, 4(1), 271–293.
Rohmah, E. I. (2023). Dinamika overlapping kewenangan DPR dan Presiden dalam pembentukan kebijakan negara. DEKRIT (Jurnal Magister Ilmu Hukum), 13(1), 48–68.
Tolinggi, R. A., Bruaharja, I., & Syamsuddin, A. S. P. (2024). Partisipasi Masyarakat Dalam Pembentukan Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. INSANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 25–38.
Utomo, N. A. (2015). The dynamics of the relation between judicial review and the making of laws. Jurnal Konstitusi, 12(4), 826–848.
Wafa, M. K. (2023). Peran dan partisipasi masyarakat dalam pembentukan undang-undang. Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara, 3(1), 85–100. https://doi.org/10.32332/siyasah.v3i1.6883
Wardani, R. P., & Firdaus, S. U. (2022). Analisis Undang-Undang Cipta Kerja dalam korehensi teori pembentukan undang-undang. Souvereignty: Jurnal Demokrasi dan Ketahanan Nasional, 1(4), 1–10.
Published
2025-02-14
How to Cite
Acumen Makmur, Ce Kedzma Alvian, Indok Siti Balqis, Jihan Hanifah, Nabil Musyafa, & Tanti Kirana Utami. (2025). Transparansi dan Akuntabilitas dalam Proses Legislasi: Studi Kasus Pembentukan Undang-Undang Menurut Pasal 1 Angka 1 UU Nomor 12 Tahun 2011. Judge : Jurnal Hukum , 6(01), 83-93. https://doi.org/10.54209/judge.v6i01.1003